Thursday, 23 May 2013

Tips Persiapan Studi ke Inggris


Dear sahabat maubeasiswa, kali ini maubeasiswa ingin membagi tips yang dikutip dari kompas.com buat kalian yang ingin melanjutkan studi ke Inggris, yuk kita lihat ^^


Terdapat lebih dari 350 universitas di Inggris, yang masing-masing memiliki spesialisasi dan keunggulan pada bidang-bidang studi tertentu untuk dijadikan pilihan dan tujuan studi.

Beberapa langkah ini bisa dijadikan panduan untuk memilih Inggris sebagai negara tujuan studi kamu. Tidak sulit, tapi juga tak segampang yang kamu kira!

- Tentukan terlebih dahulu bidang studi yang ingin kamu ambil sesuai minat dan potensi di masa datang.

- Lakukan riset mengenai pilihan universitas yang ada dan kota tempat kamu akan menetap. Kemudian, sesuaikan hasil riset tersebut dengan kebutuhan kamu. Tentunya, akan sulit beradaptasi jika ternyata kamu membuat pilihan yang keliru.

- Untuk mendapatkan informasi bidang studi yang ada di Inggris, daftar universitas berikut syarat-syarat pendaftarannya bisa kamus akses di www.prospects.ac.uk (khusus Program S-2 dan S-3), www.ucas.com (untuk Program S-1), serta www.educationuk.org (untuk beragam informasi umum).

- Mendaftar sebaiknya sejak jauh-jauh hari karena prosesnya cukup panjang. Program perkuliahan biasanya dimulai di bulan September, tetapi pendaftarannya sudah bisa dilakukan sejak 1 (satu) tahun sebelumnya.

- Sebaiknya, kamu juga pun sudah menyiapkan semua persiapan nonteknis, mulai penentuan bidang studi, pencarian informasi universitas, hingga syarat-syarat pendaftaran agar tidak membuang waktu untuk kembali melakukan riset.

- Jangan lupa, perhatikan batas waktu aplikasi kamu. Beberapa bidang studi serta universitas seperti Cambridge dan Oxford kerap memberi batas waktu pendaftaran lebih cepat dibandingkan dengan universitas lainnya.

- Perhatikan juga syarat-syarat pendaftaran seperti nilai GPA, nilai IELTS atau TOEFL, serta pengalaman kerja jika diperlukan. Untuk masuk ke universitas terkemuka di Inggris, minimum GPA yang diminta adalah 3.0.

- Selain nilai akademik, salah satu syarat lainnya adalah nilai kemampuan Bahasa Inggris, baik menggunakan IELTS ataupun TOEFL, sehingga pastikan diri, bahwa kamu sudah memenuhi kualifikasi atau memiliki nilai minimum yang diperlukan saat mengajukan aplikasi. Untuk diketahui, rata-rata nilai IELTS yang dibutuhkan minimal 6.5 (TOEFL 575), tetapi pada beberapa bidang studi serta universitas tertentu ada juga yang memerlukan nilai IELTS minimal 7.0.

- Khusus syarat pengalaman kerja diperlukan apabila kamu ingin mengambil program MBA, yang rata-rata minimal 2 (dua) tahun pengalaman kerja.

- Finance/funding juga perlu diperhatikan. Pastikan, kamu mempunyai dana yang mencukupi untuk membiayai hidup kamu selama belajar di Inggris. Jangan sampai kegiatan belajar kamu terganggu hanya karena memikirkan biaya hidup.

- Biasanya, British Council selalu mengadakan pre-departure briefing untuk mempersiapkan para pelajar yang akan bersekolah di Inggris. Maka, pastikan kamu berada di sana untuk mendapatkan informasi mengenai belajar dan hidup di Inggris dari British Council dan para alumninya.

Melanjutkan Studi ke Inggris


Dear sahabat maubeasiswa, ingin melanjutkan studi ke Inggris, yuk kita lihat seperti apa sih situasi belajar di Inggris.

Inggris, atau The United Kingdom, merupakan salah satu negara maju di benua Eropa yang terus menerus berkembang.  UK merupakan tempat yang menyenangkan, modern, kosmopolitan, makmur dan progresif untuk tinggal, bekerja, maupun belajar. Standar mutu pendidikan di Inggris sangat digaransi oleh pemerintah, sehingga kualifikasi Inggris dikenal dan dihargai seluruh dunia dengan kualitas tinggi.

Mengapa memillih belajar di Inggris?

- Inggris dikenal sebagai salah satu pusat sejarah, kesenian, kebudayaan.

- Masyarakat Inggris bersifat multikultural

- Mutu pendidikan di tiap jenjang berkelas dunia yang diakui internasional

- Waktu studi yang singkat dibandingkan dengan negara lain, ini dikarenakan program yang lebih intensif 
sehingga lebih efisien dari segi waktu dan uang.

- Lingkungan belajar yang enerjik, kreatif, menarik dan menyenangkan

- Metode pengajaran dan pelatihan beragam yang tidak hanya mencakup penguasaan suatu materi, namun juga mendorong kemandirian siswa dalam pemikirannya.

- Asuransi kesehatan yang diberikan gratis bagi pelajar internasional.

- Biaya studi yang kompetitif

- Sebuah negara yang klasik punya banyak tempat menarik yang bisa dijadikan hiburan

- Kesempatan untuk berjalan mengelilingi negara lainnya di Eropa, dnegan biaya transportasi dan akomodasi yang khusus untuk pelajar.

Untuk melanjutkan studi di Inggris, kita memerlukan Sertifikat Penerimaan Belajar (Certificate of Acceptance of Studies/CAS) yang disediakan oleh lembaga pendidikan yang menjadi sponsor imigrasi kita. Sertifikat ini berisi informasi tentang data diri, sponsor, kuliah yang akan diambil, dan keuangan kita. Persyaratan-persyaratan lain untuk masuk ke Inggris kurang lebih sama; pengurusan visa, passport, konsultasi dengan agen pendidikan, juga ketentuan-ketentuan administrasi yang harus dibayarkan.

Inggris mempunyai banyak universitas dan perguruan tinggi yang diakui secara internasional.  Universitas-universitas tersebut memiliki mahasiswa-mahasiswa yang datang dari berbagai negara di dunia. Oleh karena itu, universitas-universitas tersebut bersifat multibudaya. Dan pemerintah inggris sangat bertoleransi terhadap keanekaragaman budaya, ras, atau agama. ditandai dengan tempat ibadah seluruh agama terbesar di dunia dapat  diakses dengan mudah.

Metode belajar akan bergantung pada jurusan yang diambil. Namun secara umum,  metode-metode tersebut akan seperti ini:
  1. Seminar (diskusi antara dosen dan mahasiswa)
  2. Tutorial (semacam bimbingan untuk mengerjakan tugas)
  3. Tugas praktik (laboratorium atau kuliah lapangan)
  4. Pelatihan di tempat kerja
  5. Penelitian mandiri
  6. Karya Tulis
  7. Ujian dan evaluasi
Biaya kuliah dan biaya hidup dapat dengan cepat meningkat. Kita harus mempertimbangkan biaya keseluruhan kuliah, lamanya akan tinggal di Inggris, biaya perjalanan, buku-buku, peralatan yg harus dibawa, dan biaya-biaya lainnya. Untuk biaya kuliah sendiri berkisar antara 5,000-10,000 poundsterling pertahunnya. 

Program undergraduate (S-1) di Inggris diselesaikan dalam waktu 3 (tiga) tahun. Tetapi, khusus untuk program S-1 Kedokteran memakan waktu 4-5 tahun. Sementara itu, program postgraduate (S-2) dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1 (satu) tahun.

Pada umumnya, kuliah di bidang sains akan lebih mahal dibanding kuliah di bidang seni atau bisnis. Untuk menutupi biaya-biaya tersebut, sama halnya dengan studi di negara-negara lain, banyak tersedia part-time job atau lowongan kerja paruh waktu untuk mahasiswa. Biaya hidup di Inggris tergantung pada individu, karena sifatnya akan relatif. Namun untuk meminimalisir berbagai pengeluaran, kita bisa memanfaatkan sharing house atau tempat tinggal bersama dengan mahasiswa-mahasiswa luar lainnya, ataupun dengan membiasakan diri menggunakan transportasi umum sebisa mungkin.

Nah, sudah kebayangkan kalau belajar di Inggris bagaimana? Bagi yang ingin mengejar beasiswa ke Inggris, kalian bisa mencoba beasiswa Chevening yang setiap tahun diadakan oleh pemerintah Inggris. Beasiswa? Mau!!

Wednesday, 22 May 2013

Belajar ke Luar Negeri : University or College?


Dear sahabat maubesaiswa, bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan di luar negeri, mungkin akan dibuat sedikit bingung dengan istilah ‘university’ dan ‘college’. Keduanya sama-sama merupakan lembaga pendidikan tinggi yang ditempuh setelah jenjang SMA.

Secara umum, perbedaan university dan college yang paling mendasar terletak pada jenjang dan program studi yang ditawarkannya. University biasanya menyediakan jenjang dan program studi yang variatif. Jenjang dimulai dari diploma, S1, sampai jenjang post-graduate (S2 dan S3). Selain itu, university juga menawarkan berbagai macam program studi / jurusan di dalamnya.

Sementara itu, college menyediakan jenjang karier yang lebih terbatas dibanding university. Biasanya diploma saja, atau S1 saja. Atau bisa keduanya ada, namun biasanya tidak tersedia jenjang post-graduate setelah itu. Program studi / jurusan yang tersedia pun biasanya terdiri dari satu rumpun bidang saja. Misalnya, bidang sains saja, atau seni saja. Contoh: the Royal College of Art, the American College of Cardiology.

Selain perbedaan tersebut, sistem pengajarannya pun berbeda. Di university, kita akan banyak mempelajari materi secara detail, namun di college, materi hanya terbatas pada apa yang diperlukan untuk diaplikasikan ke dalam praktek kerja. Disinilah kemudian muncul istilah, ‘university is for higher learning while college is applied or practical learning‘.

University

-Mendapatkan gelar
-Minimum masa belajar 4 tahun.
-Pendidikan yang lebih tinggi
-Persyaratan masuk yang lebih sulit
-Biaya pendidikan yang lebih tinggi
-Ruang kelas lebih besar
-Mempersiapkan murid untuk edukasi yang lebih mendalam.

College

-Mendapat sertifikat diploma
-Masa belajar 1- 3 tahun
-Pelajaran praktek dan aplikasi
-Persyaratan masuk lebih mudah
-Biaya pendidikan yang lebih murah dan kesempatan kerja tambahan selama belajar
-Ruang kelas lebih kecil dan suasana lebih bersahabat
-Mempersiapkan murid untuk siap terjun ke dunia kerja.

Sudah jelas perbedaan antara university dan college, selanjutnya apa yang Anda ingin pilih ada di tangan Anda. Keduanya memiliki plus-minus masing-masing.

Setelah lulus dari college, Anda bisa melanjutkan studi Anda ke jenjang yang lebih tinggi misalnya S1 atau transfer. Anda hanya harus menempuh pendidikan di universitas selama 1 sampai 2 tahun saja. Oleh karena itu, Anda bisa menghemat pengeluaran untuk biaya kuliah di universitas itu sendiri.



Tuesday, 21 May 2013

SAT dan ACT untuk Kuliah di Amerika


Dear sahabat maubeasiswa, untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika, selain harus melalui syarat-syarat standar seperti TOEFL atau IELTS, kita juga diharuskan untuk melalui tahap tes lagi, yaitu SAT atau ACT.

Lalu apakah yang dimaksud dengan SAT atau ACT itu sendiri?

Keduanya merupakan bentuk tes kemampuan akademis yang bertujuan untuk mengetahui selayak apakah seseorang untuk dapat mengikuti pendidikan di Amerika. Selain itu, tes tersebut juga menentukan kemampuan seseorang dalam  menganalisis dan memecahkan suatu masalah.

Sebenarnya SAT dan ACT merupakan jenis tes yang sama. Namun, terdapat perbedaan dalam segi teknis. Oleh karena itu, disini akan sedikit diulas mengenai teknis dari kedua tes tersebut. Soal memilih dan menentukan mana yang lebih mudah atau lebih sulit, itu kembali pada kemampuan masing-masing.

SAT

- SAT terdiri dari 3 sesi tes, yakni: Critical Reading, Mathematics, dan Writing.

- Dalam sesi writing, materi yg diuji adalah grammar, vocabulary, usage, dan diction (pilihan kata).

- Dalam sesi Mathematics, yg diuji adalah number&operations, algebra&functions, geometry, statistics, probability, and data analysis.

- Dalam sesi Critical Reading, yg diuji adalah critical reading dan sentence-level reading.

- SAT cenderung berlaku di northeast (Toronto, Boston, Chicago, New York, Washington) , westcoast (San Fransisco, Denver, Los Angeles, Seattle, San Diego, dll)  dan eastcoast America (Philadelphia, New Jersey, Massachusetts, New York, dll.)

- Tes SAT tidak semuanya merupakan pilihan ganda/multiple choice.

- Dalam sistem penilaian skor SAT, jawaban salah dinilai minus.

(sat.collegeboard.org)



ACT

- ACT terdiri dari English 25%, Mathematics 25%, Reading 25%, Science Reasoning 25%.

- Penilaian skor ACT adalah berdasarkan jawaban yang benar, jawaban salah tidak dinilai minus.

- Dalam sesi Mathematics, trigonometri menjadi salah satu materinya.

- Multiple choice test.

- ACT banyak digunakan di Canada dan Midwest Amerika: Illinois, Iowa, Wisconsin, Kansas, Missouri, and Minnesota.

- Dalam sesi English, yg diuji adalah usage/mechanics dan rethorical skills.

- Dalam sesi Mathematics, yg diuji adalah algebra, geometry, dan trigonometry.(kalkulator diizinkan pemakaiannya).

- Dalam sesi Reading, yg diuji adalah kemampuan pemahaman membaca (reading comprehension), dimana jenis-jenis teks yg diberikan adalah prose fiction (short story atau potongan novel),  social science, humanities, dan natural science.

- Dalam sesi science reasoning , terdapat 7 teks yg diikuti 5-7 pertanyaan/teks, 3 teks berbentuk Data Representation dgn 5 pertanyaan/teks, 3 teks berbentuk Research Summary  dgn 6 pertanyaan/teks, dan satu teks berupa ‘Conflicting Viewpoints‘ dgn 7 pertanyaan/teks.

Berbeda dengan TOEFL atau IELTS, SAT dan ACT ini keseluruhan tesnya berupa soal tertulis, tidak ada sesi listening ataupun speaking. Dan materinya pun sudah sangat jelas bahwa tidak hanya kemampuan bahasa Inggris yg diuji, namun Matematika dan Sains juga.

Jika berencana utk sekolah atau kuliah di luar negeri,  wajib mengambil tes SAT atau ACT tersebut. Dan untuk memenuhi skor ideal, mungkin dibutuhkan sedikit kesabaran. Oleh karena itu, sebelum mengambil tes, akan sangat efektif jika Anda mengikuti Preparation Class-nya. Preparation Class ini bertujuan utk mempersiapkan kematangan dan sebagai proses latihan agar mampu mengerjakan soal SAT atau ACT pada saat tes sesungguhnya nanti, dan pada akhirnya skor ideal pun dapat dicapai.


GRE dan GMAT, Modal Penting untuk Beasiswa di Amerika


Dear sahabat maubeasiswa, mengejar pendidikan di Amerika khususnya untuk gelar master/pasca sarjana dan doktoral wajib memiliki nilai GRE/GMAT.

Apa itu GRE? Dan apa itu GMAT?


GRE adalah kependekan dari Graduate Record Examination, yakni sebuah bentuk tes standar yang  dirancang utk mengukur kemampuan seluruh lulusan dalam akademi alam umum atau sains, tidak melihat bidang atau pengutamaan mereka. GRE ini tesnya terdiri dari 3 sesi: verbal, quantitative, dan analytical writing.

Sementara itu, GMAT merupakan kependekan dari Graduate Management Admission Test. GMAT ini sebenarnya merupakan tes yang serupa dengan SAT, ACT, dan juga GRE. Keempat bentuk tes tersebut sama-sama merupakan sebuah tes yang berfungsi untuk menguji kemampuan akademis dasar seseorang apakah dia layak atau tidak untuk melanjutkan pendidikan di luar Amerika. Selain itu, keempat bentuk tes tersebut tidak menguji kemampuan khusus dari satu bidang yang akan seseorang ambil kelak sebagai major-nya, namun sebatas kemampuan-kemampuan dasar seperti bahasa Inggris, Matematika, Sains, juga kemampuan memecahkan kasus/masalah.

Baik GRE maupun GMAT, keduanya adalah tes yang harus diambil oleh mereka yang akan kuliah postgraduate (master atau Phd) di Amerika, dan masa validnya 5 tahun.

Lantas apa perbedaan GRE dan GMAT?

  • GRE tersedia di 165 negara, sementara itu GMAT tersedia di  110 negara.
  • GMAT hanya dilayani dengan computer-based, sementara itu selain menggunakan computer-based, GRE menawarkan paper-based test di negara-negara yang angka penggunaan komputernya rendah.
  • Biaya tes GRE biasanya lebih rendah dari biaya tes GMAT.
  • GMAT biasanya lebih dominan dibutuhkan oleh business school, namun GRE lebih umum atau ke bidang sains.
  • GRE terdiri dari 75 menit Analytical Writing section, 30- menit Verbal Reasoning section, dan 45 menit Quantitative Reasoning section.
  • GMAT terdiri dari 30 menit Analytical Writing Assessment sections, 75 menit Quantitative Ability section dan 75 menit Verbal section.

Untuk informasi mengenai pengalaman mengikuti tes GMAT, bisa dibaca di blog ini:
http://metalbesarrr.wordpress.com/2013/03/10/americandream-menerjang-tes-gmat/
Cukup lengkap dan detail serta bisa dijadikan acuan bagi kalian yang ingin mencoba. Ayo berjuang!


Monday, 20 May 2013

Syarat-Syarat Umum Beasiswa yang Penting



Dear sahabat maubeasiswa, banyak sekali beasiswa yang ditawarkan dari berbagai pihak dan juga banyak persyaratan-persyaratan yang perlu dipenuhi, dari semua persyaratan tersebut, berikut syarat-syarat umum yang diperlukan saat mendaftarkan beasiswa:

1) Nilai Indeks Prestasi (GPA) Minimum 3.00. Anda harus belajar dengan rajin untuk bisa mendapatkan IP minimum 3. dan bukan hanya itu tetapi juga akan dilihat setiap semesternya. lebih mendapatkan poin untuk peserta penerima beasiswa dengan IP yang trafiknya naik.

2) Kemampuan berbahasa Inggris. Biasanya acuan yang dipakai adalah IELTS min. 6,5 atau TOEFL min. 500

3) Batasan umur. Batasan umur yang ditetapkan berbeda-beda, namun untuk maksimal umur sampai 35 tahun. Tapi semuanya juga tergantung pada tingkatan beasiswa yang kita ingin inginkan, misal akademi, BA, pasca sarjana, doktor)

4) Keadaan finansial. Kemampuan ekonomi seseorang juga turut memengaruhi layak tidaknya ia mendapatkan beasiswa. Tapi untuk mendapatkan beasiswa dengan alasan ini kamu juga harus memberi bukti-bukti otentik bahwa kamu berasal dari keluarga yang kurang mampu. Misalnya surat keterangan dari Pak RT/Lurah.

5) Formulir aplikasi. Formulir harus diisi selengkap-lengkapnya, sebenar-benarnya & sejelas-jelasnya. Sobat juga harus melampirkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Biasanya di formulir ini juga ada essay mengenai alasan mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa itu, atau topik lain yang ditentukan oleh pihak pemberi beasiswa

6) Pekerjaan, beberapa beasiswa mensyaratkan bahwa calon pelamar harus memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun, dan umunya yang memiliki kesempatan besar untuk mendaparkan beasiswa di luar negeri adalah Pegawai Negeri Sipil.

7) Surat rekomendasi dari profesor/dosen/pimpinan di tempat anda bekerja. Surat rekomendasi yang baik akan menjadi poin lebih yang menunjukkan bahwa kalian layak mendapat beasiswa di mata para reviewer/ penyeleksi beasiswa.


Nah, masih ada lagi persyaratan-persyaratan khusus lainnya yang berbeda pada setiap jenis beasiswa. Persyaratan-persyaratan umum ini menjadi basic/ dasar yang harus dipersiapkan dengan baik. ayo berjuang kejar beasiswa!! ^^



Tips Mengejar Beasiswa Chevening



Dear sahabat maubeasiswa, berikut tips-tips untuk mengejar beasiswa Chevening dari Om Hotradero alumni yang pernah mendapat beasiswa Chevening.( twitter @hotradero ) Tips-tips nya cukup detil dan bermanfaat bagi kalian yang ingin mencoba mengejar beasiswa Pemerintah Inggris ini, yuk kita lihat:


  1. Jangan takut IPK kecil, karena itu nggak terlalu diperhatikan. Yg lebih penting pengalaman kerja yg minimum 2 tahun.
  2. Saat wawancara seleksi, kalau ditanya cita-cita - kita harus bikin skala nasional/global. Jangan: saya mau kerja di kantor ini/itu.
  3. Rajin bikin tulisan di media skala nasional. Saat wawancara seleksi, bawa tulisan kita buat ditunjukkan jadi bukti.
  4. Kenapa begitu? Karena tulisan jauh lebih dihargai daripada omongan. Reviewer kan perlu bukti yg susah dipalsukan.
  5. Reviewer lebih suka kandidat dari perusahaan/institusi nasional - karena saat sekolah selesai nggak luntang-lantung.
  6. Pemberi beasiswa sangat sensitif geografis. Jangan pernah bilang ambil beasiswa di Inggris supaya bisa kerja di Inggris.
  7. Pemberi beasiswa sangat sensitif geografis. Jangan pernah bilang ambil beasiswa di Inggris supaya bisa kerja di Inggris
  8. Beasiswa Inggris lebih luwes bagi bidang studi terkait seni, lingkungan & hukum. Lebih pelit untuk studi ekonomi & finance.
  9. Kesempatan bisa langsung dapat beasiswa tanpa lewat pengalaman kerja: SANGAT kecil. Reviewer berorientasi kerja. 
  10. Bila bidang kerja/studi kita sangat khas - selalu tekankan mengapa itu penting bagi Indonesia.
  11. Umur: Untuk Chevening biasanya max sekitar 40 tahun. Fulbright sekitar itu juga.  Semakin tua, kesempatan semakin kecil.
  12. Saat interview, reviewer biasanya 2 orang. 1 lokal + 1 asing. Yakinkan reviewer yg asing, karena dia pengambil keputusan. 
  13. Kebanyakan beasiswa Chevening lebih menerima orang Indonesia Timur, tetapi jangan menyerah, terus berjuang.
  14. Berusaha pahami negara yg pemberi kita beasiswa. Sampai ke detil2-nya. Agar terasa bahwa kita serius + ada persiapan.
  15. Pemberi beasiswa itu budgetnya terbatas, jadi mereka akan berusaha memaksimalkan jumlah penerima terhadap budget.
  16. Dan setiap yg mereka beri beasiswa, harus ada justifikasi kuatnya - jadi kita harus coba berpikir dari sisi mereka
  17. Pemberi beasiswa orientasinya adalah kerja. Apa yg bisa kita kerjakan setelah dapat beasiswa.