Showing posts with label Beasiswa Korea. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa Korea. Show all posts

Thursday, 2 May 2013

Tips + cara Mendaftar TOEFL


Dear sahabat maubeasiswa yang masih bingung bagaimana mendaftar tes TOEFL, berikut langkah2 dan tispnya yang bersumber dari: www.masterstudies.co.id. yuk kita lihat:

Pendaftaran untuk TOEFL iBT (Internet-Based Test)

Ada empat cara yang berbeda untuk mendaftar tes TOEFL iBT:

  1. Pendaftaran Online
    • Untuk pendaftaran online iBT TOEFL Anda akan perlu mendapatkan TOEFL iBT Registrasi Buletin . Anda dapat mendownload secara gratis atau memesan salinan cetak dari buletin pendaftaran iBT TOEFL.
    • Anda dapat membayar dengan kredit sebagai berikut / kartu debit: VISA ®, American Express ®, MasterCard ®, JCB ® atau Temukan ®, atau dengan voucher pendaftaran dari iBT TOEFL lokal Resource Centre. Jika Anda memiliki rekening bank di Amerika Serikat, Anda juga dapat menggunakan cek elektronik sebagai metode pembayaran.
  2. Pendaftaran melalui telepon
    • Di Amerika Serikat, wilayah Amerika Serikat dan di Kanada, hubungi: 1-443-751-4862 atau 1-800-468-6335. Untuk lokasi lainnya, memeriksa pendaftaran iBT TOEFL untuk pusat pendaftaran lokal Anda.
    • Cara pembayaran adalah sama seperti untuk pendaftaran iBT TOEFL online.
  3. Pendaftaran melalui pos
    • Dalam rangka untuk mendaftar tes TOEFL iBT oleh mail, Anda perlu mendownload formulir pendaftaran TOEFL. Mengisi formulir dan mengirimkannya bersama dengan pembayaran Anda ke alamat yang tertera pada form atau pusat pendaftaran lokal Anda.
    • ETS harus menerima formulir Anda terbaru empat minggu sebelum tanggal tes Anda.
    • Jika Anda tidak menerima konfirmasi apapun, Anda perlu menghubungi lokasi dari mana Anda mengirimkan dokumen Anda. Anda dapat melakukan hal ini sampai 3 hari kerja sebelum tenggat waktu pendaftaran Anda.
  4. Pendaftaran secara pribadi di TOEFL iBT Test Resource Centre
    Di beberapa daerah dimungkinkan untuk membeli voucher untuk pendaftaran ulang dengan mata uang lokal dan / atau mendaftarkan diri pada TOEFL iBT Test Resource Centre.




Pendaftaran untuk TOEFL PBT (Paper Based Test)

TOEFL ® PBT ditawarkan enam kali dalam setahun. Anda dapat memperoleh TOEFL PBT Registrasi Buletin lokal atau memesan salinan cetak dari buletin online (pengiriman luar USA bisa memakan waktu hingga delapan minggu).

Ada dua cara untuk mendaftar untuk tes TOEFL PBT:

  1. Pendaftaran Online

    Jika Anda memiliki VISA, American Express, Discover JSB atau kredit / kartu debit, Anda dapat mendaftar secara online di sini . Silakan cek situs web TOEFL untuk melihat apakah ada pembatasan metode pembayaran untuk lokasi Anda.
  2. Pendaftaran melalui pos
    Untuk metode pendaftaran anda harus mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran TOEFL dengan biaya sesuai dengan alamat yang tercantum di formulir.

    Hal ini tidak mungkin untuk mendaftar untuk tes TOEFL PBT oleh: telepon, e-mail, fax atau surat pribadi.




Informasi penting tentang pendaftaran TOEFL:

  • Pastikan untuk mendaftar awal: pusat uji cepat penuh.
  • Walk-dalam pendaftaran di pusat tes TOEFL tidak diperbolehkan.
  • Hal ini sangat penting bahwa Anda mengeja nama anda persis seperti yang muncul di dokumen identifikasi Anda akan membawa Anda pada hari tes.
  • Anda dapat mendaftarkan sampai 7 hari sebelum tanggal tes Anda.
  • Akhir pendaftaran ditutup 3 hari sebelum tanggal pengujian dan memiliki biaya tambahan sebesar US $ 35.
  • Setelah Anda telah mengirimkan formulir pendaftaran TOEFL Anda, hal ini belum mungkin untuk membatalkan pendaftaran atau meminta tanggal ujian berbeda. Jika Anda memutuskan untuk tidak mengikuti tes, dan tidak ingin mendaftar untuk tes tanggal lain, Anda dapat meminta pengembalian dana parsial.
  • Ketika mendaftar ke perguruan tinggi atau universitas, gunakan nama yang sama dan ejaan nama Anda pada aplikasi Anda.
  • Biaya untuk tes TOEFL iBT tergantung pada lokasi pengujian dan bervariasi antara $ 160 dan $ 225. Mengambil tes TOEFL PBT biaya $ 160.

Tips:

Yang perlu diperhatikan, hasil tes akan keluar online (di akun TOEFL iBT yang dibuat saat pendaftaran) kira-kira 10 hari setelah tes. Lebih jelasnya, klik disini.

Oleh karena itu, perhitungkan waktu kapan nilainya diperlukan. Untuk pengiriman ke universitas yang dituju pun, baru akan dikirim kira-kira maksimal 13 hari setelah tes (maksimal 3 hari setelah hasil tes keluar). Dan, hasil tes untuk pribadi (yang dikirim ke rumah) bisa sampai 2 bulan setelah hasil tes keluar.


TOEFL IBT sendiri berlaku untuk masa 2 tahun. ayo, bagi sahabat maubeasiswa yang mau melanjutkan kuliah ke luar negeri, penting loh tes TOEFL dan yang pastinya juga penting untuk mendapatkan nilai di atas 550! Ayo perdalam bahasa Inggris kalian dan pantang menyerah! Berjuaang!


Thursday, 18 April 2013

Daftar Beasiswa S2 dan S3 dari Beberapa Negara


Dear sahabat maubeasiswa, kali ini, maubeasiswa akan memberi info mengenai beasiswa-beasiswa S2 dan S3 dari beberapa negara serta tipsnya, yang dikutip dari portalbeasiswa.web.id . Yuk kila lihat ^^


1. Amerika Serikat
 
Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.
 
Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).

Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah … :-p

Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.

Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

  • Mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.

  • Mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa

Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

  • kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
  • tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.
Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).


——————————————————————————–

2. Kanada

Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.

——————————————————————————–

3. Jerman

Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’ mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?


——————————————————————————–

4. Belanda

Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.
Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net


——————————————————————————–

5. Austria & Swiss

Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan - 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id


——————————————————————————–

6. Jepang

Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.
Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:

a. INPEX Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :

14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN

b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :

3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN

c. The Hitachi Scholarship

Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :

1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN

d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd

Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February - Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.

Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN

e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : 

Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN

f. The Japan Securities Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :

Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN


——————————————————————————–
7. Singapura

Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.


——————————————–

8. Australia & Inggris

Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2 uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.
 

Nah, ternyata ada banyak sekali jenis beasiswa ya, dan masih banyak lagi yang belum disebutkan dan juga dari negara-negara lain. Ayo! siapkan dirimu dengan baik dan kejar beasiswa!! Berjuang!!


Monday, 15 April 2013

Kiat Belajar bahasa asing yang "minim" biaya


Dear sahabat maubeasiswa, artikel kali ini akan memberikan tips " Cara belajar Bahasa dengan Biaya Minim bahkan "GRATIS". Cara-cara di bawah ini bisa dilakukan dengan mudah dan yang pastinya sangat membantu bagi kalian yang mau mengambil beasiswa di luar negeri. Yuk kita lihat ^^


Di era global saat ini, kemampuan berbahasa asing menjadi sesuatu yang perlu dimiliki oleh para profesional muda. Banyak orang akhirnya menghabiskan uang mereka dengan membeli software dan buku teks untuk belajar bahasa asing dan mereka memang mencapai hasil yang menggembirakan.

Namun sebenarnya, tak perlu mahal lho untuk bisa memiliki kemampuan bahasa asing yang baik. Dengan budget yang minim, Anda bisa memperoleh alat pembelajaran bahasa asing dengan hasil maksimal pula.

Seperti ditayangkan oleh Telegraph, Anne Merritt, pengajar EFL di Korea Selatan, menyebut ada lima cara untuk membantu meningkatkan kemampuan berbahasa asing Anda. Jika tak benar-benar gratis, maka paling tidak sangat murah. Apa saja?

1. Koran online

Koran online berbahasa asing merupakan aset yang tak ternilai bagi siapa saja yang mau belajar. Koran selalu ter-update, berkaitan erat dengan budaya, dan dapat membantu orang-orang yang belajar dari level kemampuan mana pun.

Iklan pendek dan teks foto merupakan tantangan awal bagi para pemula, termasuk pula keterangan-keterangan gambar. Mereka yang kemampuannya sudah tergolong intermediate dapat memanfaatkan artikel-artikel berita. Sementara itu, para pembelajar kelas advance bisa membaca kolom dan editorial yang banyak berisi idiom, bahasa gaul, dan tulisan dengan gaya tertentu.

Mengikuti berita atau cerita bersambung selama beberapa hari atau minggu dapat membantu Anda mempelajari kosakata, kata, atau frase tertentu yang sering diulang.

2. Situs web komunitas belajar

Situs seperti Busuu dan Livemocha merupakan sumber yang baik untuk belajar bahasa asing secara komprehensif. Cara pembelajaran mendengar dan mengulang mungkin tidak selalu cocok dengan setiap orang yang mau belajar. Namun, satu sumber yang paling baik di situs-situs semacam ini adalah forum komunitasnya. Anda bisa terhubung dengan native speakers dari bahasa asing yang memang ingin dipelajari.

Komunitas semacam ini memang dirancang untuk chatting atau mengoreksi satu sama lain dalam menulis atau berbicara. Situs ini juga memiliki model pembelajaran seperti "online-dating" yang memungkinkan mereka yang mau belajar untuk terhubung dengan mudah.

3. Lirik lagu

Musik adalah kendaraan yang baik untuk mengingat bahasa asing. Pada faktanya, proses pembelajaran dapat terjadi begitu saja, seperti yang dialami oleh para pendengar lagu "Gangnam Style".

Banyak lagu dalam bahasa asing yang ingin kita pelajari memiliki nilai-nilai pembelajaran. Namun, lagu terbaik yang perlu dicari adalah lagu-lagu klasik, yang kira-kira satu zaman dengan "Fly Me to the Moon" atau "Yesterday". Lagu yang populer seperti ini cukup terkait dengan bahasa dan tema kehidupan sehari-hari. Video dengan lirik lagu juga bisa ditemukan dengan mudah di Youtube.

Untuk Anda yang belajar bahasa Italia, bisa belajar lagu "Volare (Nel Blu, Dipinto di Blu)", sementara Anda yang ingin belajar bahasa Jerman bisa mendengarkan lagu klasik "Lili Marleen". Manfaat lain dari lagu klasik adalah Anda dapat sering menemukan petunjuk untuk belajar dari lirik lagu secara online yang memang dirancang oleh para guru.

4. Kelompok diskusi bahasa

Apa ini? Untuk Anda yang tinggal di kota, kelompok ini dapat menjadi aset yang baik untuk mempraktikkan kemampuan berbicara Anda dan bertukar sumber pembelajaran dengan rekan lainnya. Komunitas ini melibatkan mereka yang belajar langsung dengan native speakers. Facebook dan Meetup.com misalnya.

Kemampuan berbicara adalah salah satu kemampuan berbahasa yang sering diabaikan ketika belajar sendiri. Namun, ini adalah kemampuan yang sangat penting. Pada saat Anda mempraktikkannya pada native speakers, dia bisa memberikan tips-tips penting mengenai pelafalan dan berbicara sehari-hari.

Bisa bersosialisasi menjadi bonus. Hubungan persahabatan menjadi motivator yang besar untuk pengembangan kemampuan berbahasa asing.

5. Podcasts
 Orang-orang yang belajar bahasa asing sendiri biasanya kurang bisa menangkap secara alami ketika belajar dengan menggunakan kaset atau CD rekaman. Podcasts menjadi salah satu solusinya karena dapat menjadi alat belajar yang mudah diakses.

Para pemula dapat menemukan podcasts secara spesifik langsung sesuai dengan bahasa yang ingin dipelajarinya, seperti "Coffee Break Spanish" atau "Talk Me in Korean". Sementara itu, mereka yang sudah di kelas advance bisa mengunduh podcasts sesuai bahasa yang sedang dipelajari dan juga sesuai dengan minat atau hobi mereka, misalnya "Inter’s La Marche de l’Histoire", podcast bahasa Perancis untuk mereka yang gemar dengan sejarah.




sumber: edukasi.kompas.com

Nah, cara-cara di atas bisa dilakukan dengan mudah setiap hari serta menyenangkan karena bisa sambil dinikmati. Misalnya kamu yang suka Korea, ga salah kan dengar lagu Korea sambil melihat arti liriknya atau berbicara dengan sesama yang ingin belajar bahasa di komunitas online. Nambah ilmu, pengalaman, dan juga teman, yang pastinya seru dan patut dicoba. Ayo berjuang! ^^


 

Monday, 8 April 2013

Belajar di Korea, mau?

Hi Sahabat maubeasiswa, mau tahu bagaimana sih kalau kita belajar di Korea? Yuk kita lihat pembahasan singkatnya ^^

Seiring dengan perkembangan Hallyu atau Korean Wave, saat ini Korea Selatan juga mulai mengenalkan pendidikan tingginya kepada dunia internasional. Kampus-kampus di Korea baik itu swasta maupun negeri mulai keluar dan membidik mahasiswa asing untuk belajar di Korea. Saat ini ada kurang lebih 200 perguruan tinggi di Korea Selatan yang menawarkan berbagai program kepada mahasiswa asing baik itu program belajar bahasa, S1, S2, maupun S3. Menurut data dari National Institute for International Education (NIIED) sampai tahun 2009 ada kurang lebih 78,050 mahasiswa asing yang belajar di Korea. Jumlahnya dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. 

Saat ini diperkirakan ada kurang lebih 40,000 warga negara Indonesia yang tinggal di Korea. Mereka kebanyakan adalah para pekerja Indonesia. Sedangkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea kurang lebih 500 orang. Mereka tergabung dalam PERPIKA, Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan. Sebagian besar dari mereka tinggal dan belajar di kota-kota besar di Korea seperti Seoul, Busan, Incheon, Daegu, dan Daejeon. Jumlah mereka semakin tahun juga semakin meningkat.

Sistem pendidikan tinggi di Korea Selatan hampir sama dengan sistem pendidikan di Amerika yaitu perlu empat tahun untuk menyelesaikan S1, dua tahun S2, dan lima tahun S3. Namun ada beberapa sekolah yang mengabungkan S2 dan S3 sehingga mereka dapat selesai kuliah S2 dan S3 selama empat sampai lima tahun. Ada banyak cara untuk sekolah di Korea Selatan. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

(1) Akademik

Korea mempunyai empat musim; semi, panas, gugur, dan dingin. Akademik di Korea dimulai pada  musim semi yaitu pada bulan Maret. Siswa-siswa SMA di Korea selesai ujian nasional pada bulan Desember sehingga tahun ajaran baru bagi mereka adalah pada musim semi. Namun demikian biasanya mereka juga membuka pendaftaran pada musim gugur yaitu pada awal bulan September. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi  mahasiswa asing yang biasanya selesai ujian nasional pada bulan Juni.

Semester Musim Semi : Maret – Juni (15-16 minggu)
Musim Panas: Juni – Agustus (3-6 minggu)
Catatan: tidak semua kampus punya kelas di musim panas.
Semester Musim Gugur : September – Desember (15-16 minggu)
Musim Dingin: Desember – Februari (3-6 minggu)
Catatan: tidak semua kampus punya kelas di musim dingin.
 
(2) Program

Kebanyakan perguruan tinggi di Korea masih mengunakan bahasa pengantar Bahasa Korea khususnya untuk jurusan S1. Siswa harus belajar bahasa Korea dan lulus ujian Bahasa Korea Test of Proficiency in Korean (TOPIK) minimal level 3 dari maksimal level 6. Biasanya perlu waktu satu tahun untuk belajar bahasa Korea dan lulus TOPIK 3. Namun demikian seiring dengan internasionalisasi banyak universitas yang menawarkan program internasional yaitu dengan mengunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. 

(3) Pembiayaan 

Ada banyak cara untuk kuliah di Korea baik itu melalui jalur beasiswa yang ditawarkan pemerintah Korea maupun universitas. Untuk program beasiswa dapat melihat ditautan ini: www.niied.go.kr. Sedangkan untuk beasiswa dari universitas harus langsung mendaftaran ke universitas. Bentuk beasiswa universitas ada berbagai macam: ada yang menawarkan 100% biaya kuliah dan hidup, ada yang biaya kuliah saja, dan sebagainya. 

(4) Kehidupan Mahasiswa 

Kebanyakan perguruan tinggi di Korea mempunyai asrama. Kebanyakan mahasiswa tinggal di asrama kampus. Biaya tinggal di asrama antara USD 100-300 per bulan. 

(5) Biaya Hidup 

Biaya hidup di Korea akan bergantung dari gaya hidup mahasiswa. Biasanya untuk sekali makan di Korea harganya sekitar USD 3-5. Sedangkan untuk makan di dalam kafetaria kampus harganya lebih murah sekitar USD 2.5-3.

(6) Internasionalisasi Pendidikan di Korea 

Sejalan dengan internasionalisasi pendidikan, ada beberapa sekolah yang benar-benar internasional. Maksudnya selain bahasa pengantarnya bahasa Inggris, mahasiswa dan dosennya juga berasalah dari berbagai negara. Salah satunya adalah SolBridge International School of Business yang berlokasi di Daejeon, Korea. SolBridge adalah satu sekolah bisnis yang unik karena:
- 100% bahasa pengantarnya Bahasa Inggris
- 80% siswanya bukan berasal dari Korea. Mereka berasal dari lebih 35 negara
- 80% dosennya juga bukan berasalah dari Korea 

Informasi lebih lanjut: www.solbridge.ac.kr