Showing posts with label Beasiswa Jepang. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa Jepang. Show all posts
Monday, 17 June 2013
10 Beasiswa Luar Negeri Favorit
Dear sahabat maubeasiswa, kali ini akan dibahas 10 beasiswa luar negeri favorit yang setiap tahunnya diadakan dan diikuti oleh banyak orang baik dari Indonesia maupun dunia. Yuk kita lihat! ^^
Sejumlah program beasiswa luar negeri punya reputasi global. Ribuan hingga puluhan ribu mahasiswa mancanegara setiap tahun. Beasiswa tersebut menjadi primadona karena fasilitas yang disiapkan oleh sponsor. Umumnya, mereka sudah menanggung biaya kuliah, uang saku bulanan, asuransi kesehatan, hingga tempat tinggal. Penerima beasiswa nyaris tak mengeluarkan uang sepersen pun untuk studi. Bahkan, sebelum berangkat ke negara tujuan hingga sekembalinya, tiket pesawat sudah ditanggung.
Beasiswa-beasiswa populer tersebut ditawarkan oleh berbagai donatur. Ada yang ditawarkan melalui konsorsium sejumlah negara, lembaga pemerintah, yayasan, atau organisasi non profit. Beasiswa ini tersebar di sejumlah negara. Sebagian besar berada di benua Eropa, Amerika, dan Australia. Mahasiswa yang memiliki prestasi, berbakat, dan punya jiwa kepemimpinan selalu jadi pertimbangan.
Beasiswa Fulbright
Beasiswa Fulbright menjadi salah satu beasiswa luar negeri dengan reputasi global. Beasiswa Pemerintah Amerika Serikat ini ditawarkan ke 155 negara dengan sekitar 7.500 beasiswa dialokasikan setiap tahunnya. Selain ditujukan bagi pelajar mancanegara, Fulbright juga disiapkan bagi warga AS. Sudah 294 ribu tercatat sebagai alumni penerima Fulbright.
Di Indonesia, beasiswa Fulbright dikelola melalui AMINEF, lembaga yang mengurusi kerjasama pertukaran pelajar AS – Indonesia. Beasiswa Fulbright ditawarkan dalam berbagai jenis, di antaranya /Fulbright
Master of Science & Technology Initiative Degree Program/ /Fulbright-DIKTI Master’s Degree Program/, /Fulbright Presidential Scholarship/, /Fulbright-Freeport Master’s Degree Program/, dan beberapa
jenis lain.
Kelebihan beasiswa Fulbright, penerima beasiswa diberi kesempatan untuk melanjutkan kuliah di berbagai kampus ternama di AS. Peluang ini sangat terbuka bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3. Selain menanggung biaya kuliah, Fubright juga menyiapkan tunjangan buku, uang saku bulanan, tiket pesawat, dan asuransi kesehatan.
Beasiswa Erasmus Mundus
Jika Anda memburu beasiswa untuk kuliah di Eropa, beasiswa Erasmus Mundus layak menjadi pertimbangan. Beasiswa ini dikelola dengan dana besar karena melibatkan konsorsium sejumlah negara. Sekitar 27 negara di Eropa ikut serta. Pada periode 2009-2013, ada 5.300 beasiswa S2 ditawarkan Erasmus Mundus dan 440 beasiswa disediakan untuk studi S3.
Erasmus Mundus sendiri merupakan ajang promosi untuk memperkenalkan negara-negara di Eropa bagi masyarakat luar. Ratusan jenis beasiswa ditawarkan melalui konsorsium yang sudah dibentuk. Selain menanggung biaya kuliah di Eropa, beasiswa Erasmus Mundus juga menanggung biaya hidup, tempat tinggal, asuransi, dan biaya perjalanan.
Beasiswa DAAD
Seperti halnya Amerika Serikat, Jerman menjadi salah satu tujuan utama studi mahasiswa belahan dunia. Kredibilitas pendidikan di negeri ini tak disanksikan lagi. Sederet nama orang berpengaruh dunia merupakan jebolan dari Jerman, sebut saja mantan Presiden RI BJ Habibie.
Bagi Anda yang ingin melanjutkan studi di Jerman, penawaran beasiswa DAAD bisa menjadi solusi. Beasiswa ini ditawarkan bagi mahasiswa internasional dan profesional muda dari sejumlah negara
berkembang, baik di kawasan Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Tengah, serta Eropa Timur. Setiap tahun beasiswa DAAD rutin digulirkan. Penerima beasiswa akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah, biaya perjalanan, asuransi kesehatan, dan tunjangan lain. Setiap tahun sekitar 70.000 beasiswa diberikan.
Beasiswa Chevening
Salah satu beasiswa luar negeri yang populer di Eropa adalah beasiswa Chevening. Beasiswa ini ditawarkan Pemerintah Inggris bagi mahasiswa internasional melalui pendanaan /Foreign and Commonwealth
Office/ (FCO). Beasiswa Chevening ditawarkan sejak 1983 dan saat ini melayani 116 negara di seluruh dunia (di luar AS dan Uni Eropa) . Setiap tahun sekitar 700 beasiswa diberikan dan memiliki lebih 41 ribu alumni.
Beasiswa Chevening khusus menjaring individu-individu berbakat yang memiliki potensi kepemimpinan. Selain menanggung biaya kuliah master, penerima beasiswa juga memperoleh tiket perjalanan, biaya penyusunan tesis, tunjangan hidup, dan uang saku bulanan sekitar £ 917 - £ 1.134 poundsterling. Khusus Indonesia, sekitar 25 beasiswa disediakan di 2013 dan kemungkinan bertambah di tahun mendatang.
Beasiswa ADS
Australian Development Scholarship (ADS) merupakan beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Australia khusus negara berkembang. Kini beasiswa ADS berganti nama Australia Awards Scholarship (AAS). Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa asal Indonesia, Asia Timur, Afrika Utara, Timur Tengah, Amerika Latin, Pasifik, termasuk Asia Selatan dan Papua Nugini. Beasiswa ADS dikelola oleh AusAID dan telah berdiri sejak 1950.
Di Indonesia, beasiswa ADS ditawarkan untuk level studi S2 dan S3 dengan pilihan kuliah di sejumlah universitas Australia. Penerima beasiswa akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah, tunjangan hidup, pelatihan bahasa Inggris, asuransi kesehatan, tempat tinggal, tiket perjalanan, dan beberapa fasilitas lain. Beasiswa ADS rutin diberikan setiap tahun, dan Indonesia menjadi salah satu prioritas bagi mereka.
Beasiswa Eiffel
Kuliah di Perancis bukan hal mustahil Anda wujudkan. Beasiswa Eiffel menjadi salah satu jalan menggapai impian ke sana. Seperti halnya DAAD, beasiswa Eiffel menawarkan kesempatan studi S2 dan S3 di sejumlah universitas di Perancis. Pelamar yang berhasil akan mendapatkan tunjangan bulanan 1.000 - 1.400 euro, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, dan tunjangan akomodasi. Biaya hanya dikeluarkan ketika melakukan pendaftaran di universitas yang dituju. Sementara biaya kuliah, Pemerintah Perancis memberikan bantuan sekitar 10.000 euro, baik warga Prancis maupun asing. Biaya kuliah di Perancis sendiri terbilang murah, sehingga banyak di antara mereka yang tidak mempermasalahkannya.
Beasiswa Gates Cambridge
Gates Cambridge Scholarship adalah program beasiswa Bill and Melinda Gates Foundation yang ditujukan bagi Universitas Cambridge Inggris. Beasiswa ini sangat prestisius karena menjaring orang-orang brilian dari
seluruh dunia dengan kompetisi begitu ketat. Lebih dari 4.000 pelamar yang mendaftar ke beasiswa ini setiap tahun. Kuota beasiswa yang disiapkan sekitar 90 per tahun.
Keuntungan bagi Anda yang memperoleh beasiswa Gates Cambridge di antaranya mendapat tanggungan
biaya kuliah, tunjangan sebesar £ 13.000 poundsterling, tiket pesawat, tunjangan keluarga, dan kebutuhan lainnya. Beasiswa ini mencari pelamar dengan prestasi brilian, memiliki jiwa kepemimpinan, dan punya komitmen terhadap kehidupan sosial. Mungkin Anda salah satunya?
Beasiswa NFP
Anda yang sudah memiliki pengalaman kerja sekurangnya tiga tahun dan ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, /Netherlands Fellowship Programmes/ (NFP) bisa menjadi jawaban. Beasiswa pemerintah Belanda ini membuka kesempatan bagi para profesional untuk mengambil studi di negeri
kincir angin itu, seperti kursus singkat, kuliah S2 (master), atau studi S3 (PhD). Beasiswa NFP tergolong kompetitif karena kesempatan ini dibuka bagi 62 negara, sehingga harus bersaing ketat. Bila terpilih, semua tunjangan sudah menunggu, seperti biaya kuliah, biaya hidup, visa, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, dan biaya riset.
Beasiswa Monbukagakusho
Beasiswa Monbukagakusho bisa menjadi solusi bagi yang berminat melanjutkan studi ke Jepang. Setiap tahun beasiswa pemerintah Jepang ini ditawarkan melalui masing-masing kedutaan, atau berdasarkan rekomendasi universitas di Jepang semisal pertukaran mahasiswa. Beasiswa Monbukagakusho memiliki
alumni hingga 92.000 yang tersebar di 160 negara. Setiap tahun ribuan mahasiswa asing kuliah di Jepang melalui beasiswa Monbukagakusho.
Beasiswa Monbukagakusho menawarkan sekitar tujuh jenis beasiswa setiap tahun. Lima di antaranya, /research students/, teacher training students/, /undergraduate university students/, /Japanese studies
students/, dan /college of technology students/. Bagi para pemenang beasiswa mereka mendapatkan tanggungan biaya kuliah di Jepang, tiket pesawat PP, biaya masuk ke universitas, serta uang saku bulanan sekitar 143 ribu yen.
Endeavour Awards
Endeavour Awards merupakan salah satu beasiswa pemerintah Australia dengan persaingan kompetitif. Peluang beasiswa ini dibuka bagi warganegara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.
Beberapa jenis beasiswa yang ditawarkan di antaranya, /Endeavour Postgraduate Awards/, /Prime Minister’s Australia Incoming Postgraduate Award/, /Endeavour Research Fellowship/, /Endeavour Vocational Education and Training Award/, dan /Endeavour Executive Award/.
Khusus pemenang Endeavour Postgraduate Award akan menerima tunjangan kuliah, biaya hidup, asuransi kesesahatan, dan tiket perjalanan. Total nilai beasiswa $AUD 118.000 untuk master dan $AUD 228.000 untuk doktor (PhD). Sedangkan beasiswa Prime Minister’s Australia Asia Incoming Postgraduate Award yang tersedia untuk studi PhD diberikan hingga $AUD 263.500.
Nah, beasiswa mana yang sahabat maubeasiswa inginkan? ^^
Thursday, 6 June 2013
Beberapa Beasiswa Luar Negeri
Dear sahabat maubeasiswa, ada banyak pilihan untuk kuliah dengan beasiswa di luar negeri. Nah, kali ini maaubeasiswa akan memberikan beberapa link-link detil beasiswa dari beberapa negara yang mungkin bisa kalian jadikan referensi untuk memilih program beasiswa.
AMERIKA SERIKAT
- Fulbright Scholarship Beasiswa-beasiswa ke US
United States Scholarship Announcement
http://www.aminef.or.id/indoprog_index.asp?menuid=3
email: infofulbright@aminef.or.id - Beasiswa ke USA – Hawaii
East West Center, Didirikan tahun 1960 oleh Kongres Amerika Serikat;Tertarik kuliah di Hawaii? Sambil kuliah sambil liat ‘sorga’ di Hawai
http://www.eastwestcenter.org/default.asp - Tersedia beasiswa S2 dan S3
NEW ZEALAND
- Berikut ini adalah website resmi ttg Beasiswa New Zealand Development Scholarship
http://www.nzaid.govt.nz/scholarships/nzds.html
New Zealand Development Scholarships (NZDS):
The NZDS scheme covers tuition, orientation fees, economy fare travel, a basic living allowance with the provision for accommodation expenses (paid through study institutions). Assistance is also provided for some course-related and basic health care costs and a dependants allowance may be provided for students with courses of study 18 months or longer. The NZDS may be available for two categories of applicants:
Public NZDS where applicants apply to or are nominated by the partner government; and/or
Open NZDS apply directly to the New Zealand University of their choice or a diplomatic post or an external agency
BELGIA
SIKLUS – TAHUNAN
Directorate General for International Co-operation, the Flemish Interuniversity Council (V.L.I.R.) and the Committee for University Co-operation towards
Formulir lamaran tersedia: http://www.vlir.be . Juga lihat informasi: http://cud.ciuf.be/
INGGRIS
- Beasiswa S2 ke UK: www.chevening.or.id
- Banyak informasi S2 dan S3 yang diberikan setiap harinya di: www.jobs.ac.uk
BELANDA
- Netherland Education Center (www.nec.or.id).
- Beasiswa Stuned, NFP, Delta, Mundo, Erasmus Mundo, Ford, WB etc.
http://www.nec.or.id/Layout3/nec_jakarta/home.htm - Informasi kuliah dalam bahasa Inggris: www.nuffic.nl
- Beasiswa “Miquel Staal”: a monthly allowance of 800 euros, insurance fee, Uang sekolah, visa etc.
- Beasiswa NFP (www.nec.or.id atau www.nuffic.nl)
- Beasiswa Stunned (www.nec.or.id atau www.nuffic.nl) email: info-gov@governance.unimaas.nl
internet: www.governance.unimaas.nl
GERMAN
- DAAD (www.daad.de)
- KAAD (www.kaad.de) email: as1@kaad.de
- Sumber Swasta – tersedia langsung di tiap universitas,juga bisa di lihat: http://www.ibidikbud.de Beasiswa penelitian dan S3 untuk Development Studies dan Kebijakan Lingkungan: tersedia di: http://www.zef.de
SWEDIA DAN SWISS
- SIDA (www.sida.se)
- Swiss Scholarship (Federal Commission for Scholarships for Foreign Students (FCS) and in collaboration with the Federal
Agency for Development and Cooperation (SDC) - Application Procedure: Application forms may be obtained from:
the Embassy of Switzerland, Cultural Section Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. X 3/2 Kuningan Jakarta Selatan 12950
vertretung@jak.rep.admin.ch
http://www.eda.admin.ch/jakarta_emb/e/home/educa/schol.html
NORWEGIA
Informasi lanjutan tentang universitas: http://siu.no/Norad
SINGAPURA
- Nanyang Technological University www.ntu.edu.sg (Semua Jurusan, termasuk strategic studies, terrorism studies, political economy, etc)
- National University of Singapore www.nus.edu.sg (Semua Jurusan)
- Beasiswa ASEAN (penelitian & course work, dan ADB & World Bank)
- NUS Graduate Scholarships for ASEAN Nationals
http://www.fas.nus.edu.sg/grad/CWscholarship.htm
FILIPINA DAN KOREA
- Beasiswa ADB ke The University of the PHILIPPINES (www.up.edu.ph)
- Beasiswa ADB ke www.aim.edu.ph.
- http://api.ateneo.net API Fellowships, Schools of SocialScience, Ateneo de Manila University
http://www.kofo.or.kr/english/program/fellowship/f1.html#03 (This program is intended for M.A.- or Ph.D.-level students majoring in Korean Studies at universities, & covers living expenses and tuition costs for their graduate studies while enrolled at their home institution)
FORD FOUNDATION
Informasi lengkap di: http://www.iief.or.id/scholarships.php?sID=1
http://www.iief.or.id/sponsors.php
ROTARY FOUNDATION
Informasi lengkap di: http://www.iief.or.id/scholarships.php?sID=1
http://www.iief.or.id/sponsors.php
Sumber: Forum Akademia NTT
Wednesday, 24 April 2013
Beasiswa studi S2 dari Yayasan Jepang
Dear sahabat maubeasiswa, ternyata banyak juga loh yayasan-yayasan Jepang yang menyediakan beasiswa bagi pelajar internasional untuk melanjutkan S2 nya di Jepang. Yuk kita lihat beberapa yayasan dan penjelasan mengenai beasiswa yang disediakan! ^^
Ito Foundation Scholarship
Ito Foundation adalah salah satu yayasan di Jepang yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Ito Foundation menawarkan
beasiswa bagi mahasiswa asing baik yang sudah berada di Jepang maupun
yang masih berada di negara asal. Khusus bagi yang masih berada di
negara asal, peserta beasiswa harus yang berasal dari universitas yang
berafiliasi dengan salah satu graduate school di Jepang. Target
penerima beasiswa ini terbatas hanya untuk para mahasiswa yang akan
melanjutkan studi master (S2) di Jepang, apapun bidang studinya.
Seperti kebanyakan beasiswa, beasiswa
dari Ito Foundation ini juga mengharuskan penerimanya mengurus sendiri
semua hal yang berkaitan dengan akomodasi dan studinya. Selain itu,
beasiswa ini juga mensyaratkan penerima menguasai kemampuan bahasa
Jepang saat pendaftaran beasiswa.
Besaran beasiswa yang akan diterima oleh
mahasiswa terbilang besar, yaitu 180.000 yen per bulan, dengan durasi
studi maksimum 2 tahun. Kuota penerima beasiswa juga cukup sedikit,
yaitu hanya 10 orang. Penerima beasiswa disyaratkan untuk melaporkan
hasil studinya secara berkala selama masa studi S2, dalam bentuk laporan
riset, transkrip nilai, dan lain-lain. Pendaftaran dibuka setiap awal
Oktober dan ditutup akhir Oktober untuk keberangkatan April tahun
berikutnya. Info lebih rinci mengenai beasiswa ini dapat ditemukan di website Ito Foundation Scholarship: http://www2.itofound.or.jp/.
Honjo Foundation Scholarship
Di Jepang cukup banyak yayasan milik pribadi yang menyediakan beasiswa. Honjo Foundation adalah
salah satunya. Yayasan yang didirikan bos perusahaan minuman ITOEN yang
sangat terkenal di Jepang ini menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing
yang akan melanjutkan studinya di Jepang untuk jenjang pascasarjana,
terutama tingkat doktoral. Walaupun difokuskan kepada mahasiswa
doktoral, namun tidak menutup kemungkinan beasiswa ini diberikan kepada
mahasiswa program master (S2). Selain itu, beasiswa ini tidak menetapkan
batasan bidang studi bagi para penerima beasiswa ini, jadi mahasiswa di
semua bidang studi bisa mendaftar.
Beasiswa Honjo Foundation mengharuskan
penerimanya mengurus sendiri semua hal yang berkaitan dengan akomodasi
dan studinya. Selain itu, beasiswa ini juga mensyaratkan penerima
menguasai kemampuan bahasa Jepang saat pendaftaran beasiswa (interview akan dilakukan dalam bahasa Jepang).
Beasiswa ini menawarkan 3 skema yang
bisa dipilih oleh para penerima beasiswanya, disesuaikan dengan durasi
studi masing-masing, yaitu:
- 200.000 yen per bulan selama 1 atau 2 tahun
- 180.000 yen per bulan selama 3 tahun
- 150.000 yen per bulan selama 4 atau 5 tahun
Selain biaya hidup per bulan, beasiswa ini juga menyediakan dana untuk kepentingan international conference. Kuota penerima beasiswa ini adalah 15-20 orang per tahunnya. Penerima beasiswa disyaratkan untuk menjalani interview setiap
bulannya dengan pihak pemberi beasiswa, dan juga harus mengikuti
acara-acara yang diselenggarakan oleh pemberi beasiswa. Pendaftaran
dibuka setiap awal Oktober dan ditutup pada akhir November untuk
keberangkatan April tahun berikutnya.
Selain untuk mahasiswa yang menempuh program bergelar, Honjo Foundation juga menawarkanfellowship untuk para periset yang ingin melakukan riset di salah satu universitas di Jepang. Durasifellowship yang
ditawarkan adalah 1 tahun, namun bisa diperpanjang hingga maksimum 2
tahun. Besaran fellowship yang ditawarkan berkisar antara 500.000 yen
hingga 3.000.000 yen, dan akan diputuskan besarannya berdasarkan case-by-case. Info lebih lanjut mengenai beasiswa ini dapat ditemukan di websiteHonjo Foundation Scholarship.
Inpex Foundation Scholarship
Inpex Foundation merupakan
yayasan yang didirikan oleh salah satu perusahaan minyak di Jepang,
INPEX. Yayasan ini menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang
ingin melanjutkan studi master (S2) di universitas di Jepang. Target
penerima beasiswa dibatasi pada mahasiswa yang berada di lingkup natural science.
Walaupun tidak mensyaratkan kemampuan
bahasa Jepang, namun Inpex Foundation menyarankan penerima beasiswa
untuk belajar bahasa Jepang untuk mempermudah proses penerimaan
mahasiswa di Universitas di Jepang. Besaran beasiswa yang akan diterima
mahasiswa adalah 160.000 yen per bulan, ditambah dengan biaya
administrasi kuliah (administration fee,tuition fee, etc), dan tiket pesawat ekonomi PP Indonesia-Jepang.
Selain itu, mahasiswa juga akan menerima
tunjangan kedatangan sebesar 60.000 yen pada saat kedatangan. Kuota
penerima beasiswa Inpex Foundation ini cukup sedikit, yaitu hanya
dibatasi sampai 3 orang per tahun. Pendaftaran beasiswa dibuka sekitar
bulan Oktober dan ditutup bulan November, untuk keberangkatan bulan
September tahun berikutnya. Info lebih lanjut mengenai beasiswa ini
dapat ditemukan di website Inpex Foundation Scholarship.
sumber: http://beasiswa.ppijepang.org/
Sunday, 21 April 2013
Link beasiswa ke Jepang!
Dear sahabat maubeasiswa, kali ini maubeasiswa ingin memberikan beberapa link-link beasiswa untuk studi S1,S2,S3 di Jepang. Website-website ini bisa dikunjungi dan dilihat informasi lebih detailnya, yuk kita lihat ^^
- Monbukagakusho (D2,D3,S1,S2,S3,Teacher Training, Nursing, Japanese Study)
www.id.emb-japan.go.jp/sch.html - ADB Scholarship (S2)
Note : Harus memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun: www.adb.org/jsp/default.asp - Okazaki Kaheita International Scholarship (S2)
www.okazakizaidan.or.jp/info/ - Panasonic Scholarship (S2)
http://panasonicscholarship.com/ - Monbusho U2U (S2)
http://dhresta.wordpress.com/2010/10/07/10-biggest-university-enrollment-using-mext-scholarship - JOINT JAPAN/WORLD BANK GRADUATE SCHOLARSHIP PROGRAM FOR PUBLIC POLICY AND TAXATION (S2)
Note : Untuk teman2 yang memiliki posisi perkerjaan bidang tax administration akan mendapat prioritas yang lebih besar untuk mendapat beasiswa.
http://www.igss.ynu.ac.jp/wb-ppt/program_information02.html - JOINT JAPAN/WORLD BANK GRADUATE SCHOLARSHIP PROGRAM
http://bit.ly/Wo6wMv - YSEP Tokyo Institute of Technology (Student Exchange Program)
http://www.ryu.titech.ac.jp/~ysep/home.html - JYPE Tohoku University (Student Exchange Program)
http://www.insc.tohoku.ac.jp/jype/index.html - Keio University (Exchange Program)
http://www.ic.keio. ac.jp/en/study/exchange/apply.html
www.ic.keio. ac.jp/en/ study/exchange/courses.html
sedangkan untuk formulir pendaftaran bisa diunduh di :
www.ic.keio. ac.jp.en/ study/exchnage/application.html - University of Tokyo Monbusho U2U (Teknik Nuklir S2 & S3)
http://www.n.t.u-tokyo.ac.jp/eng/modules/news/article.php?storyid=7 - International Doctoral Scholarships in Engineering, Kochi University of Technology, Japan
http://www.scholarshipsgrantsloan.com/international-doctoral-scholarships-in-engineering-kochi-university-of-technology-japan/ - Hitachi Scholarship
Note : hanya untuk dosen (staf fakultas) dan hanya untuk universitas unggulan (ITB,UI,UGM)
http://www.hitachi-zaidan.org/global/scholarship/ - HONJO INTERNATIONAL SCHOLARSHIP FOUNDATION Scholarship for Foreign Students
http://www.hisf.or.jp/english/scholarship/index.html - Indonesian Leadership Award : Scholarship Program (S1)
http://www.suryainstitute.org/en/content/view/95/1/ - Info-Info tentang Beasiswa Ke Jepang:
http://beasiswa.ppijepang.org/
http://www.nippon-foundation.or.jp/eng/inter/app/index.html#block_top6
sumber wibirama.com
Thursday, 18 April 2013
Daftar Beasiswa S2 dan S3 dari Beberapa Negara
Dear sahabat maubeasiswa, kali ini, maubeasiswa akan memberi info mengenai beasiswa-beasiswa S2 dan S3 dari beberapa negara serta tipsnya, yang dikutip dari portalbeasiswa.web.id . Yuk kila lihat ^^
1. Amerika Serikat
Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.
Syarat
penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant
atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses
belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk
kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam
kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab,
seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya,
membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan
penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).
Memang
harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan
jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1
bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan
menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2.
Jadi bisa ngerti sendirilah … :-p
Untuk
mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka
mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test
resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga
mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science,
GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS
terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL
sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar
nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.
Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!
Pelamar
dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website
universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada
pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah
option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend
assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.
Kemudian
mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose.
Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda
layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan
malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:
- Mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.
- Mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa
Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:
- kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
- tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.
Karena biasanya statement of purpose itu
harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau
perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose.
Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.
Sebelum
mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa
bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih
sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan
profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset.
Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya.
Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin
jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas
di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di
sana nanti merencanakan riset.
By the way,
sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama
satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar
$700).
——————————————————————————–
2. Kanada
Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.
——————————————————————————–
Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak
mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan
Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah
program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia
harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni
Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan
ini sama dengan S2.
Seperti banyak kita ketahui,
universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya.
Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.
DAAD
(www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi
pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta
berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan
Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa
yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6
bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau
dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.
Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.
Untuk
belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap
mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda
lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada
profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan
melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1
bulan dan tiket pesawat ke Jerman.
Untungnya,
berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria,
Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching
assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session
tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh
menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji
(atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.
Jangan
lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan
pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan
dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum
mendaftar ke universitasnya.
Isi research plan
itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi
penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut,
dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan
Anda teliti.
Saya sarankan untuk mengambil kursus
bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara
yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman,
Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah
begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang
sekali.
Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam
realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan
peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau
mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’
mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan
beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?
——————————————————————————–
4. Belanda
Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.
Sekolah
di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya
tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang
saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.
NEC
juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung
oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga
program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk
level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu
biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.
Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.
Informasi lebih lanjut bisa hubungi:
Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net
——————————————————————————–
5. Austria & Swiss
Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan - 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.
Saat
interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti
dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga
ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan
di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda
memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa
Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan
timur, umumnya berbahasa Jerman.
Anda juga bisa
daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk
program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan
digaji juga.
E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis):
swiemjak@rad.net.id
——————————————————————————–
6. Jepang
Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.
Pemerintah
Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang
Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus
pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos
seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat.
Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang
profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi
pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai
beasiswa Monbusho.
Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.
Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:
a. INPEX Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN
b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN
c. The Hitachi Scholarship
Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN
d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas
Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka
bulan February - Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia -
Jepang. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.
Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN
e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Aichi Prefectural Office, 3-1-2
Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN
f. The Japan Securities Scholarship Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN
——————————————————————————–
7. Singapura
7. Singapura
Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Beasiswa yang
disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada
yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari
seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah).
Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran
(download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan
proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa
proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih
dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif
research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.
Beasiswa
(gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat
(kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak)
sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.
——————————————–
8. Australia & Inggris
Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.
Sedangkan Inggris
juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang
pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British
Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri
dan 20% swasta.
Perlu diberitahukan juga bahwa di
British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk
S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial
(misalnya 1/2 uang tuition).
Australia dan
Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa,
mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan
pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program
beasiswa, saingannya banyak sekali.
Tapi jangan
putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di
Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk
jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID),
termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya
saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam
formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari
website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan
research plan.
Tapi saya juga pernah ditawari
untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka
sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans
untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3.
Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil
kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke
Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3
sekaligus bekerja di universitas itu.
Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.
Nah, ternyata ada banyak sekali jenis beasiswa ya, dan masih banyak lagi yang belum disebutkan dan juga dari negara-negara lain. Ayo! siapkan dirimu dengan baik dan kejar beasiswa!! Berjuang!!
Wednesday, 17 April 2013
Beasiswa S2/S3 Program Research Student di Jepang
Dear sahabat maubeasiswa, kali ini maubeasiswa ingin memberikan informasi beasiswa S2/S3 dari Pemerintah Jepang, Monbukagakusho. Yuk kita lihat ^^
Program Research Student
Keberangkatan 2014 untuk Umum
| Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2014 telah dibuka pada 1 April 2013 dan akan ditutup pada tanggal 30 April 2013. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang.
Peminat pada waktu menjalani
research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 /
professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah
menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus
seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.
Peminat juga dapat langsung
masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah
mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan
tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.
PERSYARATAN
Download:
Form-form yang dapat di-download dari sini adalah : - Application Form - Field of Study and Study Program - Recommendation Form
Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:
Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350 Email : beasiswa@dj.mofa.go.jp |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Subscribe to:
Posts (Atom)











