Showing posts with label Beasiswa Jepang. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa Jepang. Show all posts

Monday, 17 June 2013

10 Beasiswa Luar Negeri Favorit


Dear sahabat maubeasiswa, kali ini akan dibahas 10 beasiswa luar negeri favorit yang setiap tahunnya diadakan dan diikuti oleh banyak orang baik dari Indonesia maupun dunia. Yuk kita lihat! ^^


Sejumlah program beasiswa luar negeri punya reputasi global. Ribuan hingga puluhan ribu mahasiswa mancanegara setiap tahun. Beasiswa tersebut menjadi primadona karena fasilitas yang disiapkan oleh sponsor. Umumnya, mereka sudah menanggung biaya kuliah, uang saku bulanan, asuransi kesehatan, hingga tempat tinggal. Penerima beasiswa nyaris tak mengeluarkan uang sepersen pun untuk studi. Bahkan, sebelum berangkat ke negara tujuan hingga sekembalinya, tiket pesawat sudah ditanggung.

Beasiswa-beasiswa populer tersebut ditawarkan oleh berbagai donatur. Ada yang ditawarkan melalui konsorsium sejumlah negara, lembaga pemerintah, yayasan, atau organisasi non profit. Beasiswa ini tersebar di sejumlah negara. Sebagian besar berada di benua Eropa, Amerika, dan Australia. Mahasiswa yang memiliki prestasi, berbakat, dan punya jiwa kepemimpinan selalu jadi pertimbangan.


Beasiswa Fulbright



Beasiswa Fulbright menjadi salah satu beasiswa luar negeri dengan reputasi global. Beasiswa Pemerintah Amerika Serikat ini ditawarkan ke 155 negara dengan sekitar 7.500 beasiswa dialokasikan setiap tahunnya. Selain ditujukan bagi pelajar mancanegara, Fulbright juga disiapkan bagi warga AS. Sudah 294 ribu tercatat sebagai alumni penerima Fulbright.

Di Indonesia, beasiswa Fulbright dikelola melalui AMINEF, lembaga yang mengurusi kerjasama pertukaran pelajar AS – Indonesia. Beasiswa Fulbright ditawarkan dalam berbagai jenis, di antaranya /Fulbright
Master of Science & Technology Initiative Degree Program/ /Fulbright-DIKTI Master’s Degree Program/, /Fulbright Presidential Scholarship/, /Fulbright-Freeport Master’s Degree Program/, dan beberapa
jenis lain.

Kelebihan beasiswa Fulbright, penerima beasiswa diberi kesempatan untuk melanjutkan kuliah di berbagai kampus ternama di AS. Peluang ini sangat terbuka bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3. Selain menanggung biaya kuliah, Fubright juga menyiapkan tunjangan buku, uang saku bulanan, tiket pesawat, dan asuransi kesehatan.


Beasiswa Erasmus Mundus 


Jika Anda memburu beasiswa untuk kuliah di Eropa, beasiswa Erasmus Mundus layak menjadi pertimbangan. Beasiswa ini dikelola dengan dana besar karena melibatkan konsorsium sejumlah negara. Sekitar 27 negara di Eropa ikut serta. Pada periode 2009-2013, ada 5.300 beasiswa S2 ditawarkan Erasmus Mundus dan 440 beasiswa disediakan untuk studi S3.

Erasmus Mundus sendiri merupakan ajang promosi untuk memperkenalkan negara-negara di Eropa bagi masyarakat luar. Ratusan jenis beasiswa ditawarkan melalui konsorsium yang sudah dibentuk. Selain menanggung biaya kuliah di Eropa, beasiswa Erasmus Mundus juga menanggung biaya hidup, tempat tinggal, asuransi, dan biaya perjalanan.


Beasiswa DAAD



Seperti halnya Amerika Serikat, Jerman menjadi salah satu tujuan utama studi mahasiswa belahan dunia. Kredibilitas pendidikan di negeri ini tak disanksikan lagi. Sederet nama orang berpengaruh dunia merupakan jebolan dari Jerman, sebut saja mantan Presiden RI BJ Habibie.

Bagi Anda yang ingin melanjutkan studi di Jerman, penawaran beasiswa DAAD bisa menjadi solusi. Beasiswa ini ditawarkan bagi mahasiswa internasional dan profesional muda dari sejumlah negara
berkembang, baik di kawasan Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Tengah, serta Eropa Timur. Setiap tahun beasiswa DAAD rutin digulirkan. Penerima beasiswa akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah, biaya perjalanan, asuransi kesehatan, dan tunjangan lain. Setiap tahun sekitar 70.000 beasiswa diberikan.


Beasiswa Chevening 



Salah satu beasiswa luar negeri yang populer di Eropa adalah beasiswa Chevening. Beasiswa ini ditawarkan Pemerintah Inggris bagi mahasiswa internasional melalui pendanaan /Foreign and Commonwealth
Office/ (FCO). Beasiswa Chevening ditawarkan sejak 1983 dan saat ini melayani 116 negara di seluruh dunia (di luar AS dan Uni Eropa) . Setiap tahun sekitar 700 beasiswa diberikan dan memiliki lebih 41 ribu alumni.

Beasiswa Chevening khusus menjaring individu-individu berbakat yang memiliki potensi kepemimpinan. Selain menanggung biaya kuliah master, penerima beasiswa juga memperoleh tiket perjalanan, biaya penyusunan tesis, tunjangan hidup, dan uang saku bulanan sekitar £ 917 - £ 1.134 poundsterling. Khusus Indonesia, sekitar 25 beasiswa disediakan di 2013 dan kemungkinan bertambah di tahun mendatang.


Beasiswa ADS


Australian Development Scholarship (ADS) merupakan beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Australia khusus negara berkembang. Kini beasiswa ADS berganti nama Australia Awards Scholarship (AAS). Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa asal Indonesia, Asia Timur, Afrika Utara, Timur Tengah, Amerika Latin, Pasifik, termasuk Asia Selatan dan Papua Nugini. Beasiswa ADS dikelola oleh AusAID dan telah berdiri sejak 1950.

Di Indonesia, beasiswa ADS ditawarkan untuk level studi S2 dan S3 dengan pilihan kuliah di sejumlah universitas Australia. Penerima beasiswa akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah, tunjangan hidup, pelatihan bahasa Inggris, asuransi kesehatan, tempat tinggal, tiket perjalanan, dan beberapa fasilitas lain. Beasiswa ADS rutin diberikan setiap tahun, dan Indonesia menjadi salah satu prioritas bagi mereka.  


Beasiswa Eiffel 



Kuliah di Perancis bukan hal mustahil Anda wujudkan. Beasiswa Eiffel menjadi salah satu jalan menggapai impian ke sana. Seperti halnya DAAD, beasiswa Eiffel menawarkan kesempatan studi S2 dan S3 di sejumlah universitas di Perancis. Pelamar yang berhasil akan mendapatkan tunjangan bulanan 1.000 - 1.400 euro, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, dan tunjangan akomodasi. Biaya hanya dikeluarkan ketika melakukan pendaftaran di universitas yang dituju. Sementara biaya kuliah, Pemerintah Perancis memberikan bantuan sekitar 10.000 euro, baik warga Prancis maupun asing. Biaya kuliah di Perancis sendiri terbilang murah, sehingga banyak di antara mereka yang tidak mempermasalahkannya.


Beasiswa Gates Cambridge 



Gates Cambridge Scholarship adalah program beasiswa Bill and Melinda Gates Foundation yang ditujukan bagi Universitas Cambridge Inggris. Beasiswa ini sangat prestisius karena menjaring orang-orang brilian dari
seluruh dunia dengan kompetisi begitu ketat. Lebih dari 4.000 pelamar yang mendaftar ke beasiswa ini setiap tahun. Kuota beasiswa yang disiapkan sekitar 90 per tahun.

Keuntungan bagi Anda yang memperoleh beasiswa Gates Cambridge di antaranya mendapat tanggungan
biaya kuliah, tunjangan sebesar £ 13.000 poundsterling, tiket pesawat, tunjangan keluarga, dan kebutuhan lainnya. Beasiswa ini mencari pelamar dengan prestasi brilian, memiliki jiwa kepemimpinan, dan punya komitmen terhadap kehidupan sosial. Mungkin Anda salah satunya?


Beasiswa NFP 



Anda yang sudah memiliki pengalaman kerja sekurangnya tiga tahun dan ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, /Netherlands Fellowship Programmes/ (NFP) bisa menjadi jawaban. Beasiswa pemerintah Belanda ini membuka kesempatan bagi para profesional untuk mengambil studi di negeri
kincir angin itu, seperti kursus singkat, kuliah S2 (master), atau studi S3 (PhD). Beasiswa NFP tergolong kompetitif karena kesempatan ini dibuka bagi 62 negara, sehingga harus bersaing ketat. Bila terpilih, semua tunjangan sudah menunggu, seperti biaya kuliah, biaya hidup, visa, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, dan biaya riset.



Beasiswa Monbukagakusho 


Beasiswa Monbukagakusho bisa menjadi solusi bagi yang berminat melanjutkan studi ke Jepang. Setiap tahun beasiswa pemerintah Jepang  ini ditawarkan melalui masing-masing kedutaan, atau berdasarkan rekomendasi universitas di Jepang semisal pertukaran mahasiswa. Beasiswa Monbukagakusho memiliki
alumni hingga 92.000 yang tersebar di 160 negara. Setiap tahun ribuan mahasiswa asing kuliah di Jepang melalui beasiswa Monbukagakusho.

Beasiswa Monbukagakusho menawarkan sekitar tujuh jenis beasiswa setiap tahun. Lima di antaranya, /research students/, teacher training students/, /undergraduate university students/, /Japanese studies
students/, dan /college of technology students/. Bagi para pemenang beasiswa mereka mendapatkan tanggungan biaya kuliah di Jepang, tiket pesawat PP, biaya masuk ke universitas, serta uang saku bulanan sekitar 143 ribu yen.


Endeavour Awards


Endeavour Awards merupakan salah satu beasiswa pemerintah Australia dengan persaingan kompetitif. Peluang beasiswa ini dibuka bagi warganegara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.
Beberapa jenis beasiswa yang ditawarkan di antaranya, /Endeavour Postgraduate Awards/, /Prime Minister’s Australia Incoming Postgraduate Award/, /Endeavour Research Fellowship/, /Endeavour Vocational Education and Training Award/, dan /Endeavour Executive Award/.

Khusus pemenang Endeavour Postgraduate Award akan menerima tunjangan kuliah, biaya hidup, asuransi kesesahatan, dan tiket perjalanan. Total nilai beasiswa $AUD 118.000 untuk master dan $AUD 228.000 untuk doktor (PhD). Sedangkan beasiswa Prime Minister’s Australia Asia Incoming Postgraduate Award yang tersedia untuk studi PhD diberikan hingga $AUD 263.500.


Nah, beasiswa mana yang sahabat maubeasiswa inginkan? ^^

Thursday, 6 June 2013

Beberapa Beasiswa Luar Negeri


Dear sahabat maubeasiswa, ada banyak pilihan untuk kuliah dengan beasiswa di luar negeri. Nah, kali ini maaubeasiswa akan memberikan beberapa link-link detil beasiswa dari beberapa negara yang mungkin bisa kalian jadikan referensi untuk memilih program beasiswa.




AMERIKA SERIKAT

NEW ZEALAND
  • Berikut ini adalah website resmi ttg Beasiswa New Zealand Development Scholarship
    http://www.nzaid.govt.nz/scholarships/nzds.html
    New Zealand Development Scholarships (NZDS):
    The NZDS scheme covers tuition, orientation fees, economy fare travel, a basic living allowance with the provision for accommodation expenses (paid through study institutions). Assistance is also provided for some course-related and basic health care costs and a dependants allowance may be provided for students with courses of study 18 months or longer. The NZDS may be available for two categories of applicants:
    Public NZDS where applicants apply to or are nominated by the partner government; and/or
    Open NZDS apply directly to the New Zealand University of their choice or a diplomatic post or an external agency

BELGIA
SIKLUS – TAHUNAN
Directorate General for International Co-operation, the Flemish Interuniversity Council (V.L.I.R.) and the Committee for University Co-operation towards
Formulir lamaran tersedia: http://www.vlir.be . Juga lihat informasi: http://cud.ciuf.be/

INGGRIS

BELANDA

GERMAN
  • DAAD (www.daad.de)
  • KAAD (www.kaad.de) email: as1@kaad.de
  • Sumber Swasta – tersedia langsung di tiap universitas,juga bisa di lihat: http://www.ibidikbud.de Beasiswa penelitian dan S3 untuk Development Studies dan Kebijakan Lingkungan: tersedia di: http://www.zef.de
Lihat juga beasiswa Erasmus Mundus: http://www.europa.eu.int/comm/education/programmes/mundus/projects/index_en.html

SWEDIA DAN SWISS

NORWEGIA
Informasi lanjutan tentang universitas: http://siu.no/Norad

SINGAPURA
  • Nanyang Technological University www.ntu.edu.sg (Semua Jurusan, termasuk strategic studies, terrorism studies, political economy, etc)
  • National University of Singapore www.nus.edu.sg (Semua Jurusan)
  • Beasiswa ASEAN (penelitian & course work, dan ADB & World Bank)


FILIPINA DAN KOREA
KOREA
http://www.kofo.or.kr/english/program/fellowship/f1.html#03 (This program is intended for M.A.- or Ph.D.-level students majoring in Korean Studies at universities, &  covers living expenses and tuition costs for their graduate studies while enrolled at their home institution)


FORD FOUNDATION
Informasi lengkap di:  http://www.iief.or.id/scholarships.php?sID=1
http://www.iief.or.id/sponsors.php

ROTARY FOUNDATION
Informasi lengkap di:  http://www.iief.or.id/scholarships.php?sID=1
http://www.iief.or.id/sponsors.php



Sumber: Forum Akademia NTT

Wednesday, 24 April 2013

Beasiswa studi S2 dari Yayasan Jepang


Dear sahabat maubeasiswa, ternyata banyak juga loh yayasan-yayasan Jepang yang menyediakan beasiswa bagi pelajar internasional untuk melanjutkan S2 nya di Jepang. Yuk kita lihat beberapa yayasan dan penjelasan mengenai beasiswa yang disediakan! ^^

Ito Foundation Scholarship

 

Ito Scholarship Foundation 

Ito Foundation adalah salah satu yayasan di Jepang yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya. Ito Foundation menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing baik yang sudah berada di Jepang maupun yang masih berada di negara asal. Khusus bagi yang masih berada di negara asal, peserta beasiswa harus yang berasal dari universitas yang berafiliasi dengan salah satu graduate school di Jepang. Target penerima beasiswa ini terbatas hanya untuk para mahasiswa yang akan melanjutkan studi master (S2) di Jepang, apapun bidang studinya.
Seperti kebanyakan beasiswa, beasiswa dari Ito Foundation ini juga mengharuskan penerimanya mengurus sendiri semua hal yang berkaitan dengan akomodasi dan studinya. Selain itu, beasiswa ini juga mensyaratkan penerima menguasai kemampuan bahasa Jepang saat pendaftaran beasiswa.
Besaran beasiswa yang akan diterima oleh mahasiswa terbilang  besar, yaitu 180.000 yen per bulan, dengan durasi studi maksimum 2 tahun. Kuota penerima beasiswa juga cukup sedikit, yaitu hanya 10 orang. Penerima beasiswa disyaratkan untuk melaporkan hasil studinya secara berkala selama masa studi S2, dalam bentuk laporan riset, transkrip nilai, dan lain-lain. Pendaftaran dibuka setiap awal Oktober dan ditutup akhir Oktober untuk keberangkatan April tahun berikutnya. Info lebih rinci mengenai beasiswa ini dapat ditemukan di website Ito Foundation Scholarship:  http://www2.itofound.or.jp/.

Honjo Foundation Scholarship

Honjo Foundation Scholarship 

Di Jepang cukup banyak yayasan milik pribadi yang menyediakan beasiswa. Honjo Foundation adalah salah satunya. Yayasan yang didirikan bos perusahaan minuman ITOEN yang sangat terkenal di Jepang ini menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing yang akan melanjutkan studinya di Jepang untuk jenjang pascasarjana, terutama tingkat doktoral. Walaupun difokuskan kepada mahasiswa doktoral, namun tidak menutup kemungkinan beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa program master (S2). Selain itu, beasiswa ini tidak menetapkan batasan bidang studi bagi para penerima beasiswa ini, jadi mahasiswa di semua bidang studi bisa mendaftar.
Beasiswa Honjo Foundation mengharuskan penerimanya mengurus sendiri semua hal yang berkaitan dengan akomodasi dan studinya. Selain itu, beasiswa ini juga mensyaratkan penerima menguasai kemampuan bahasa Jepang saat pendaftaran beasiswa (interview akan dilakukan dalam bahasa Jepang).
Beasiswa ini menawarkan 3 skema yang bisa dipilih oleh para penerima beasiswanya, disesuaikan dengan durasi studi masing-masing, yaitu:
  1. 200.000 yen per bulan selama 1 atau 2 tahun
  2. 180.000 yen per bulan selama 3 tahun
  3. 150.000 yen per bulan selama 4 atau 5 tahun
Selain biaya hidup per bulan, beasiswa ini juga menyediakan dana untuk kepentingan international conference. Kuota penerima beasiswa ini adalah 15-20 orang per tahunnya. Penerima beasiswa disyaratkan untuk menjalani interview setiap bulannya dengan pihak pemberi beasiswa, dan juga harus mengikuti acara-acara yang diselenggarakan oleh pemberi beasiswa. Pendaftaran dibuka setiap awal Oktober dan ditutup pada akhir November untuk keberangkatan April tahun berikutnya.
Selain untuk mahasiswa yang menempuh program bergelar, Honjo Foundation juga menawarkanfellowship untuk para periset yang ingin melakukan riset di salah satu universitas di Jepang. Durasifellowship yang ditawarkan adalah 1 tahun, namun bisa diperpanjang hingga maksimum 2 tahun. Besaran fellowship yang ditawarkan berkisar antara 500.000 yen hingga 3.000.000 yen, dan akan diputuskan besarannya berdasarkan case-by-case. Info lebih lanjut mengenai beasiswa ini dapat ditemukan di websiteHonjo Foundation Scholarship.

Inpex Foundation Scholarship

Inpex Foundation Scholarship 

Inpex Foundation merupakan yayasan yang didirikan oleh salah satu perusahaan minyak di Jepang, INPEX. Yayasan ini menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi master (S2) di universitas di Jepang. Target penerima beasiswa dibatasi pada mahasiswa yang berada di lingkup natural science.
Walaupun tidak mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang, namun Inpex Foundation menyarankan penerima beasiswa untuk belajar bahasa Jepang untuk mempermudah proses penerimaan mahasiswa di Universitas di Jepang. Besaran beasiswa yang akan diterima mahasiswa adalah 160.000 yen per bulan, ditambah dengan biaya administrasi kuliah (administration fee,tuition fee, etc), dan tiket pesawat ekonomi PP Indonesia-Jepang.
Selain itu, mahasiswa juga akan menerima tunjangan kedatangan sebesar 60.000 yen pada saat kedatangan. Kuota penerima beasiswa Inpex Foundation ini cukup sedikit, yaitu hanya dibatasi sampai 3 orang per tahun. Pendaftaran beasiswa dibuka sekitar bulan Oktober dan ditutup bulan November, untuk keberangkatan bulan September tahun berikutnya. Info lebih lanjut mengenai beasiswa ini dapat ditemukan di website Inpex Foundation Scholarship.


sumber: http://beasiswa.ppijepang.org/

Sunday, 21 April 2013

Link beasiswa ke Jepang!


Dear sahabat maubeasiswa, kali ini maubeasiswa ingin memberikan beberapa link-link beasiswa untuk studi S1,S2,S3 di Jepang. Website-website ini bisa dikunjungi dan dilihat informasi lebih detailnya, yuk kita lihat ^^


sumber wibirama.com

Thursday, 18 April 2013

Daftar Beasiswa S2 dan S3 dari Beberapa Negara


Dear sahabat maubeasiswa, kali ini, maubeasiswa akan memberi info mengenai beasiswa-beasiswa S2 dan S3 dari beberapa negara serta tipsnya, yang dikutip dari portalbeasiswa.web.id . Yuk kila lihat ^^


1. Amerika Serikat
 
Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.
 
Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).

Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah … :-p

Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.

Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

  • Mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.

  • Mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa

Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

  • kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
  • tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.
Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).


——————————————————————————–

2. Kanada

Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.

——————————————————————————–

3. Jerman

Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’ mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?


——————————————————————————–

4. Belanda

Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.
Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net


——————————————————————————–

5. Austria & Swiss

Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan - 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id


——————————————————————————–

6. Jepang

Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.
Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:

a. INPEX Foundation
Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :

14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN

b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia - Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :

3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN

c. The Hitachi Scholarship

Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :

1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN

d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd

Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February - Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia - Jepang. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.

Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN

e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : 

Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN

f. The Japan Securities Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :

Tokyo Shoken Building
5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025 JAPAN


——————————————————————————–
7. Singapura

Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.


——————————————–

8. Australia & Inggris

Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2 uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.
 

Nah, ternyata ada banyak sekali jenis beasiswa ya, dan masih banyak lagi yang belum disebutkan dan juga dari negara-negara lain. Ayo! siapkan dirimu dengan baik dan kejar beasiswa!! Berjuang!!


Wednesday, 17 April 2013

Beasiswa S2/S3 Program Research Student di Jepang


Dear sahabat maubeasiswa, kali ini maubeasiswa ingin memberikan informasi beasiswa S2/S3 dari Pemerintah Jepang, Monbukagakusho. Yuk kita lihat ^^


Program Research Student
Keberangkatan 2014 untuk Umum


Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2014 telah dibuka pada 1 April 2013 dan akan ditutup pada tanggal 30 April 2013.


Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang.
Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 / professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.
Peminat juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.



PERSYARATAN
  1. Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1979.
  2. IPK minimal 3.0 dari tingkat perguruan tinggi terakhir
  3. Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-IBT 79 atau IELTS Minimal 6.0, atau nilai Japanese Language Proficiency Test minimal level 2.
  4. Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya.
  5. Bersedia belajar Bahasa Jepang.
  6. Sehat jasmani dan rohani.
CARA PELAMARAN
  1. Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 April 2013 sampai dengan tanggal 30 April 2013.
  2. Formulir bisa didownload dari halaman ini.
  3. Formulir beserta dokumen yang diminta harus dikirim langsung ke :
    Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl.M.H. thamrin No. 24 Jakarta Pusat 10350
    .
    Cantumkan kode Research Student 2014 pada kanan amplop
  4. Siapkan dokumen sesuai dengan lampiran berikut ini :

    1. Application Form (bisa didownload)
    2. Field of Study and Research Program (bisa didownload)
    3. Foto 3.5 * 4.5 cm (ditempel pada application form, foto 6 bulan terakhir)
    4. Copy transkrip nilai yang dilegalisir
    5. Copy ijazah yang dilegalisir atau surat keterangan lulus
    6. Surat rekomendasi dari Universitas (form bisa didownload)
    7. Surat rekomendasi dari tempat bekerja bagi yang sedang bekerja (form bisa didownload)
    8. Abstract of Theses (abstrak penelitian/skripsi saat di universitas)
    9. Foto hasil karya/rekaman bagi yang memilih bidang seni
    10. copy hasil nilai TOEFL/IELTS/JLPT
    Catatan:
    Semua dokumen harus dalam bahasa Inggris/Jepang
    Semua dokumen dibuat dalam ukuran A4
    Semua dokumen harus dibuat sebanyak 5 rangkap ( 1 original dan 4 copy). 1 rangkap berisi dokumen sesuai urutan 1 – 10 di atas, dan disteples/klip agar tidak tercecer.
    Semua dokumen yang diberikan tidak dapat dikembalikan
    Dokumen yang tidak lengkap atau terlambat tidak akan diproses.
  5. Download:
    Form-form yang dapat di-download dari sini adalah :
    - Application Form
    - Field of Study and Study Program
    - Recommendation Form

TAHAP PENYELEKSIAN
  1. Kedutaan Besar Jepang melakukan seleksi dokumen, dan akan memberitahukan hasilnya pada tanggal 10 Juni 2013 di website kedutaan Jepang. (Kurang lebih 100 pelamar dipilih melalui seleksi dokumen ini.)
  2. Ujian tertulis Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar atau Denpasar pada tanggal 17 Juni 2013. (Nilai yang lebih tinggi akan dipakai  untuk  pertimbangan seleksi).
  3. Wawancara akan diadakan di Jakarta antara tanggal 18 Juni – 5 Juli 2013. Detail jadwal wawancara akan ditentukan kemudian. (biaya transportasi dan akomodasi tidak disediakan Kedubes Jepang).
  4. Bagi yang lolos seleksi di Kedubes Jepang akan diberikan surat keterangan sbb:
    1. berkas formulir beserta dokumen yang telah diberi stamp Kedutaan Jepang,
    2. surat keterangan untuk perguruan tinggi di Jepang, dan
    3. lembar “Letter of Acceptance”.
    Pelamar boleh memilih maksimal 3 perguruan tinggi untuk mendapatkan izin penerimaan sebagai mahasiswa program degree atau research student, atau “Letter of Acceptance” (izin penerimaan tidak resmi) sebagai research student.
  5. Untuk mencari informasi perguruan tinggi di Jepang, silakan lihat website berikut:
    Directory Database of Research and Development atau
    Asian Students Cultural Association.
  6. Harap mengirimkan surat izin atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi Jepang secepat  mungkin  ke  Kedutaan Besar Jepang.
  7. Kedutaan Besar Jepang akan merekomendasikan peserta MEXT.
  8. PPeserta akan menjadi penerima beasiswa jika lolos seleksi di MEXT.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:
Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
Email : beasiswa@dj.mofa.go.jp


sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp